“Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum keluar api dari wilayah Hijaz, yang menyinari pundak-pundak unta di Bushra (Huran).” (HR Bukhari dan Muslim). Terkait hadis di atas, Umar bin khattab RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sebelum lembah-lembah Hijaz dialiri api hingga menerangi punggung-punggung unta di Bushra.” (HR Ibnu Adiy dalam Al-Kamil)

“Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum keluar api dari wilayah Hijaz, yang menyinari pundak-pundak unta di Bushra (Huran).” (HR Bukhari dan Muslim). Terkait hadis di atas, Umar bin khattab RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sebelum lembah-lembah Hijaz dialiri api hingga menerangi punggung-punggung unta di Bushra.” (HR Ibnu Adiy dalam Al-Kamil)

Tak ada seorang pun yang mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi. Hanya Sang Khalik yang mengetahuinya. Meski begitu, Rasulullah SAW telah mengabarkan tanda-tanda menjelang datangnya hari akhir itu.

Salah satu tanda menjelang hari kiamat adalah keluarnya api di wilayah Arab. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum keluar api dari wilayah Hijaz, yang menyinari pundak-pundak unta di Bushra (Huran).” (HR Bukhari dan Muslim). Terkait hadis di atas, Umar bin khattab RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sebelum lembah-lembah Hijaz dialiri api hingga menerangi punggung-punggung unta di Bushra.” (HR Ibnu Adiy dalam Al-Kamil).

Hudzaifah bin Asid RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sebelum api keluar dari Romawi atau Rukubah (lembah yang sulit dilalui menuju Syam), yang sinarnya menerangi punggung-punggung unta di Bushra (kota pekerja Huran, berjarak tiga hari perjalanan dari Kota Damaskus).” (HR Thabrani).

Abd al-Wahhab Abd al-Salam Awilah dalam buku Mengungkap Berita Besar dalam Kitab Suci,  mengungkapkan, api tersebut telah keluar pada 654 Hijriah dari sebelah timur Kota Madinah, didahului guncangan yang hebat. Api tersebut keluar pada Ahad di permulaan Jumadil Akhir dan tenggelam pada Selasa. “Pada hari Rabu, api tersebut muncul kembali, bahkan sangat besar,” ujar Tawilah.

Menurut dia, di pertengahan Jumat udara sudah diselimuti asap tebal, api itu terus menyebar dan sinarnya ke atas sehingga menghalangi pandangan. Api itu terlihat seperti air bah menuju satu lembah dengan suaranya seperti suara petir. Penduduk Madinah menyaksikan kejadian tersebut dari rumah-rumah mereka.

Ibnu Katsir mengatakan bahwa Qadhi Shadruddin al-Hanafi bercerita, “Bapakku Shafiyuddin, seorang guru madrasah di Busrah, berkisah kepadaku bahwa pada waktu muncul api di pagi hari, mereka melihat punggung-punggung unta terkena bias cahaya api itu.”

Al-Qasthalani berkata, “Seseorang bercerita bahwa ia melihat api itu di Taima dan Bushra.” Imam Qurthubi juga bercerita bahwa api itu dilihat dari Buktit Bushra. Api tersebut menyebar ke sebuah lembah sampai padam pada 27 Rajab dan meninggalkan bekas berupa batu hitam setinggi galah.

Dalam hadis di atas disebut nama Bushra. Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith al-Nabawi mengungkapkan, Bushra atau Bushra asy-Syam adalah kota administrasi Damaskus. “Bushra adalah ibu kota distrik Hawran, yang ditaklukkan pada 13 H,” ujarnya.

Saat ini kota itu berlokasi di selatan Suriah. Bushra adalah tempat bersejarah. Di kota itu terdapat sejumlah saksi sejarah yang masyhur, seperti gedung teater Romawi, biara pendeta Bahira, dan Mabrak an-Naqah (tempat menderum unta)

Sumber:republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *