Perubahan ini sungguh di luar perkiraan mengingat saat masih kecil, Craig sangat saleh. Dia belajar agama Katolik dengan rajin.

Perubahan ini sungguh di luar perkiraan mengingat saat masih kecil, Craig sangat saleh. Dia belajar agama Katolik dengan rajin. 

Suatu ketika, Craig kecil pernah bertanya pada sang ibu, “Apakah agama kita yang paling benar?” tanyanya. Jawaban sang ibu hingga sekarang masih terngiang di telinga Craig. “Craig, semua agama sama. Semua agama bagus,” katanya. Namun, jawaban tersebut bagi Craig tidak terdengar benar. “Kalau semua benar, lalu apa pentingnya aku mempelajari agamaku?” ujarnya.

Pada masa remaja, hidup Craig dipenuhi penderitaan dan rasa sepi. “Orang tua mencoba mengajakku bicara. Namun, aku sangat marah dan tidak menghargai mereka,” katanya.

Craig kemudian lulus dari SMA pada musim panas 1996 dan berharap kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik. Ia diterima di sekolah teknik dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.

“Setelah itu, aku bisa membuat banyak uang. Dengan begitu, aku akan sangat bahagia.” Demi mencapai keinginannya itu, ia bahkan mempergunakan se bagian waktunya untuk bekerja di sebuah restoran cepat saji.

Sumber:republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *