Kantor Berita Qatar Diretas Sebelum Negara Arab Putuskan Hubungan, FBI Sdang Selidiki Peretasan ini

Kantor Berita Qatar Diretas Sebelum Negara Arab Putuskan Hubungan, FBI Sdang Selidiki Peretasan ini

Doha – Negara-negara Teluk Arab beramai-ramai memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, dengan alasan negara itu mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri. Pemutusan hubungan ini terjadi setelah insiden peretasan kantor berita Qatar, Qatar News Agency (QNA). Kantor Berita Qatar Diretas Sebelum Negara Arab Putuskan Hubungan, FBI Sdang Selidiki Peretasan ini

Kantor Berita Qatar Diretas Sebelum Negara Arab Putuskan Hubungan, FBI Sdang Selidiki Peretasan ini
Baca Juga :Buka Puasa Bersama Pengurus , Santri Pondok Al Marhamah, dan penduduk sekitar
Seperti dilansir Reuters, Senin (5/6/2017), dalam pernyataannya pekan lalu, otoritas Qatar menyebut telah terjadi peretasan pada QNA. Insiden peretasan itu, disebut sumber pejabat Qatar dan seorang penegak hukum Amerika Serikat, masih terus diselidiki oleh otoritas Qatar dengan dibantu penyidik AS.

Dalam pernyataannya, otoritas Qatar menyebut para peretas memposting ‘pernyataan palsu’ atas nama Emir Qtar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani via QNA. Pernyataan itu berisi kritikan terhadap beberapa pemimpin negara-negara Teluk Arab dan seruan untuk meredakan ketegangan hubungan dengan Iran, yang jelas-jelas musuh negara-negara Arab.

Pernyataan itu memicu ketegangan antara Qatar dengan negara-negara Teluk Arab. Reuters menyebut, negara-negara Arab menolak penjelasan Qatar soal peretasan itu tersebut. Media-media lokal negara Teluk Arab malah ‘menyerang’ Emir Qatar dengan menyebutnya melunak terhadap Iran.
Baca Juga :

umroh murah 18 jutaan berangkat januari 2018

Secara terpisah, seorang pejabat Qatar yang enggan disebut namanya, menyatakan para pakar dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI tengah membantu penyelidikan yang digelar sejak Jumat (2/6) waktu setempat. Sumber ini menyebut, hasil penyelidikan akan dirilis ke publik begitu selesai.

“Hasil penyelidikan akan dirilis ke publik pekan ini,” tutur sumber itu kepada Reuters, sembari menyebut ada dua negara lain yang membantu penyelidikan dugaan peretasan itu. Tidak disebut lebih lanjut negara mana yang dimaksud.

Di AS, seorang penegak hukum AS mengkonfirmasi keberadaan tim FBI di Doha, Qatar. “Sedang bekerja bersama otoritas Qatar untuk menyelidiki dugaan insiden peretasan terhadap kantor berita nasionalnya,” sebut penegak hukum AS yang enggan disebut namanya itu.

Hari ini sejumlah negara-negara Teluk Arab seperti Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab (UAE) memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Ketegangan ini membangkitkan ingatan soal pertikaian tahun 2014, terkait tudingan bahwa Qatar mendukung gerakan Ikhwanul Muslimin dan mencampuri urusan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Baik Saudi maupun UAE yang sama-sama anggota GCC, telah menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Sumber:www.detik.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *